Wednesday, October 28, 2020

SHOLAWAT NABI KHIDIR AS




Ini adalah Sholawatnya Nabi Khidir as. 


Menurut keterangan Murobby Abi KH. Achmad Siddiq bibaca 7 kali Sekali baca.


Untuk tahu manfaatnya silahkan klik : 





Friday, September 4, 2020

Murojaah Sanawiyyah Dzikrul Ghofilin


SIIAHKAN KLIK :

MUROJAAH SANAWIYYAH


Monday, August 31, 2020

ASMAUL HUSNA BINNADHOM

ASMAUL HUSNA BINNADHOM ini merupakan bacaan yang masuk dalam rangkaian acara MUROJAAH SANAWIYYAH (ULANG TAHUN DZIKRUL GHOFILIN) isinya UPACARA TAUBAT yang diprakarsai oleh ABI KH. ACHMAD SIDDIQ setiap tanggal 13 Dzulhijjah bertempat di PPI As Shiddiqi Putera jember. 

Murojaah Sanawiyyah pertama dilaksanakan pada malam Jumat Kliwon 26 Desember 1974 M atau 13 Dzulhijjah 1394 H. bertempat di PP As Shiddiqi Puteri Jember (PP ASHRI), sedang Murojaah Sanawiyyah ke dua dan seterusnya bertempat di PP As Shiddiqi Putera (PPI ASHTRA) Jember.

Bila ingin mendengar Pidato Abi KH, Achmad Siddiq pada Murojaah kedua silahkan klik : MUROJAAH SANAWIYYAH / UPACARA TAUBAT KEDUA

Contoh Tawassul sebelum baca ASMAUL HUSNA BINNADHOM oleh Abi KH. Achmad Siddiq, silahkan di KLIK : CONTOH TAWASSUL










Wednesday, August 26, 2020

Halaman Tambahan Bagian 2 Wirid PPI ASHTRAN Jbr




Halaman Tambahan Bagian 1 Wirid PPI ASHTRAN Jbr




Pujian Wirid Ashar PPI ASHTRAN Jbr



Pujian Wirid Dhuhur dan Isya PPI ASHTRAN Jbr


KLIK :

Pujian Wirid Shubuh PPI ASHTRAN Jbr




Monday, August 24, 2020

Doa Ziaroh ke Makan Auliya'


Doa Dibaca Bila Ziaroh Kemakam Auliya’

Takkala pengajian rutin di PPI. As Shiddiqi Putera Jember tepatnya pada Hari Ahad 6 Desember 1981, Murobby Abi KH. Achmad Siddiq bercerita bahwa ada seoang santri yng sering ke makam Wali, dan suatu ketika Kyai si santri tersebut BERMIMPI ketemu sang WALI yang sering DIZIARAHI santrinya tersebut, lalu beliau dawuh pada Kyai santri tersebut…
(Seingat penulis) itu lho santrimu ketika ziarah ke kuburan saya bila berdoa jangan begitu……… bila berdoa begini yang benar ….
Lalu Murobby (Seingat penulis) membacakan doa bila ziarah ke makam AULIYA' dan menulis langsung di papan, penulis mencontoh di papan tersebut.
Dianyara dawuh Abi KH. Acmad Siddiq adalah KLIK:
Doa yang dimaksud adalah :





Nabi Yusuf as Ketemu Lagi Dengan Ibu Zalikho'


Jeritan Ibu Zalikho’ Ketika Bertemu Lagi Dengan Nabi Yusuf as.


Ibu Zalikho’ pun berseru; “Maha Suci Allah swt. yang mengubah seorang raja menjadi budak karena dosa yang dilakukannya, dan mengubah seorang budak menjadi raja karena ketaatannya.”
Nabi Yusuf pun berkata; ”Siapa itu?.” Kemudian orang-orang membawa Zulaikha ke hadapannya. Dan Zulaikha berkata;

Kelanjutan cerita ini marilah kita simak penjelasan dari Abi KH. Achmad Siddiq  :
                                              

Ujian Praktek Shalat Dhuha XII IPA 5 SMAN 1 Jember Tahun 1917



Ujian Praktek Shalat Dhuha XII IPA 5 SMAN 1 Jember Tahun 1917

Wednesday, August 19, 2020

Doa Istimewa


https://islampontren.blogspot.com/2020/08/doa-istimewa.html


KH. Achmad Siddiq Titip Putera Puterinya


KH. ACHMAD SIDDIQ TITIP PUTERA PUTERINYA, KEPADA KH. CHAMID ABDULLAH PASURUAN


Abi KH. Achmad Siddiq Jember pada kesempatan Pertemuan Keluarga rutin tiap malam minggu pada Sabtu, 25 Okt 1986 bertempat di dalem beliau jalan KH. Siddiq nomer 201 bercerita bahwa beliau suatu ketika sowan kepada KH. Chamid Abdullah di Pasuruan MENITIPKAN PUTERA PUTERINYA 


Untuk Lebih Jelas dan Lengkap Klik dibawah ini:




Cara Berbakti Kepada Orang Tua


Ingin Berbakti Yang Benar Kepada Orang Tua?
Mari Kita Dengakan
Cuplikan Pidato Abi KH Achmad Siddiq Pengasuh PPI As Shiddiqi Putera Jember, pada pengajian rutin tiap PENGAMALAN AURAD DZIKUL GHOFILIN di PPI As Shiddiqi Putera Jember. Minggu, 08 Agustus1976, Klik di bawah ini:


                 

Tuesday, August 18, 2020

INGIN KHUSYU' DALAM BERIBADAH



STATUS AYAH NABI MUHAMMAD SAW.



Nasib Ayah Nabi Muhammad saw.
Sungguh nelecehkan Nabi Muhammad saw. yamg Mulia, bila kita mengatakan bahwa AYAH IBU BELIAU masuk neraka.

Bukankah Nabi Muhammad saw. keturunan orang-orang yang mulia?

Cuplikan Pidato Abi KH Achmad Siddiq Pengasuh PPI As Shiddiqi Putera Jember, pada pengajian rutin tiap PENGAMALAN AURAD SZIKUL GHOFILIN di PPI As Shiddiqi Putera Jember PPI As Shiddiqi Putera Jember. Minggu, 25 Mei 1975




Mari kita Perhatikan Bersama:
Pidato yang lengkap i :


PAGI ISLAM SORE KAFIR


Pagi Islam Sore Keluar Dari Islam
Cuplikan Pidato Abi KH Achmad Siddiq Pengasuh PPI As Shiddiqi Putera Jember, pada pengajian rutin tiap PENGAMALAN AURAD SZIKUL GHOFILIN di PPI As Shiddiqi Putera Jember PPI As Shiddiqi Putera Jember.  


Mari kita Perhatikan Bersama:

Pidato yang lengkap ini :

Maaf.... ini PIDATO berbahasa MADURA


Sebab-Sebab Menjadi Radikal

Tugas Para Ulama



Keistimewaan Hari Senin


KEISTIMEWAAN HARI SENIN
Pengajian Pada hari Ahad malam Senin, tanggal 04 Januari 1976 Abi KH. Achmad Siddiq Jember menjelaskan tentang KEISTIMEWAAN HARI SENIN.
                                  


Untuk Keterangan Lebih Jelas dan Lengkap Klik dibawah ini:


Tugas Manusia Di Dunia


MENGAPA SAYA KELUAR DARI SALAFI



Niat Menunaikan Ibadah Haji

KLIK INI :

FIDA' (Penebus Dosa Dll)

“Pada hari Ahad malam Senin, tanggal 08 Agustus 1976 Abi KH. Achmad Siddiq Jember menjelaskan masalah FIDA’”
Beliau cerita (dalam Acara Pengamalan Rutin Aurod DZIKRUL GHOFILIN) di Musholla PPI. As Shiddiqi Putera Jember, bahwa ada tamu sebelum acara HAUL KHM. SHIDDIQ.

Saturday, August 15, 2020

Jaga Sholat 5 Waktu 02



Jaga Sholat 5 Waktu 01



Gerakan Sholat


Seluk Beluk Puasa Bulan Romadhon



Yang Dibaca Setelah Sholat Jum'at

Tata Cara Shalat Jum at

https://islampontren.blogspot.com/2020/08/tata-cara-shalat-jum-at.html

Wednesday, August 12, 2020

10 Peluang Memperoleh Maghfiroh Allah swt.

الحمد لله، نـحمده ونستعينه  ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور انفسـنا ومن سيأت اعمالنا،من يهـدلله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له.
اشهد ان لا الــه  الا الله  وحده لا شريك لـه. واشهد ان محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد، وعلى اصحاب سيدنا محمد،  وعلى  انصار سيدنا محمد،  وعلى  ازواج  سيدنا محمد، وعلى ذريـة  سيدنا محمد، وسـلم تـسليـما كثــيرا.اما بعد: فأصيكم  واياي بتقوى  الله وطاعتـه لعـلكـم تـفلحـون.
اعوذباالله من الشيطان الرجيم.
وَمَنْ يَعْمَـلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْـتـَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَـفُورًا رَحِيمًا  النسأ 110

HADIRIN YANG BERBAHAGIA
Segala puji bagi Alllah swt. yang telah menjadikan kita dan keluarga sampai hari ini masih dalam hidayah dan taufiqnya. kita masih diberi kemampuan untuk melaksanakan perintah dan larangannya. Shalawat serta salam semoga tetap tercurahkan keharibaannya, Nabi pilihan Allah swt. yang segala sunnahnya, sabdanya, perbuatan dan ketetapan serta kesepakatan dan persetujuannya, menjadi petunjuk bagi kaum muslimin. Utusan Allah swt. yang menjadi panutan bagi segala lapisan masyarakat dan bangsa, penyebar agama yang hak di sisi Allah swt.
HADIRIN YANG BERBAHAGIA
Dalam kesempatan khuthbah jum’at pada saat ini, perkenankanlah saya mengajak khususnya bagi diri saya pribadi, marilah kita berusaha untuk lebih meningkatkan kwalitas taqwa kita kepada Allah swt.
Allah swt. Berfirman dalam surat  An Nisa’ 110
اعوذباالله من الشيطان الرجيم.
وَمَنْ يَعْمَـلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْـتـَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَـفُورًا رَحِيمًا  النسأ 110
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
HADIRIN YANG BERBAHAGIA
Untuk kita semua yang setiap hari tidak bias luput dari berbuat dosa, maka dalam catatan pinggir kitab Bughyatul Musytarsyidin disebutkan ada 10 Jalan, Peluang untuk memperoleh ampunan dari Allah swt.
Peluang ampunan ini supaya jangan disia-siakan dan agar dimanfaatkan seoptimal mungkin, karena hal ini merupakan rahmat dan kemurahan Allah swt.
Jalan atau Peluang tersebut yaitu :
a. Bagi kita yang masih hidup ada 4 jalan / peluang, yaitu :
1.  Supaya segera bertaubat nashuha, setiap muslim wajib hukumnya untuk bertaubat, kapok, menyesali dosa-dosanya, baik dosa kepada Allah swt, maupun kepada sesama makhluk.
2.  Supaya memperbanyak membaca istighfar kepada Allah swt. ( mohon maaf dan ampunan) Nabi Muhammad saw. selalu membaca istighfar antara 70 – 100 kali setiap hari'
3.  Memperbanyak ibadah dan kebaikan, sebab sesungguhnya ibadah kebaikan itu menghapus dosa.
4.  Jika seseorang mendapat mushibah dari Allah swt,. yang diterimanya dengan shabar.(kesabaran menerima mushibah itu meringankan/ menghi langkan dosa yang sepadan)
HADIRIN YANG BERBAHAGIA
b.      Bagi yang sudah wafat  ada 6 jalan / peluang, yaitu :
1.  Siksa kubur, seseorang yang mengalami kesulitan di kubur akan meringankan siksanya di neraka.
2.  Memperoleh hadiah pahala, baik dari keluarganya maupun orang lain.
3.  Teman-temannya / saudara-saudaranya memin takan ampunan. (baik untuk yang masih hidup maupun yang sudah mati)
4.  Penderitaan yang dialami seseorang pada hari kiamat.
5.  Mendapat syafaat dari Rasulullah saw
6.  Mendapat rahmat  Allah swt.
HADIRIN se sami molje
Demikianlah peluang atau jalan untuk mendapat ampunan dari ALLAH swt, mudah-mudahan kita semua, keluarga kita dan seluruh kaum muslimin diberi kekuatan oleh Allah swt. untuk dapat sekuat tenaga menjauhi segala hal yang menyebabkan kita celaka terutama kelak di akhirat dan diberi petunjuk oleh Allah swt, untuk dapat  Amiiin.
Ben manabi kita terlanjur ngalakoni dosa ban lenepon ngereng kita manfaatkan 10 peluang ini, moga2 kita eparengi kesadaran kaangguy selalu mohon ampunan dari ALLAH swt. Amiin ya robbal alamin.
بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونـفعـنى واياكـم بمافــيه من الايات والذكـر الحـكيم،  وتـقبـل مـنى ومنكم تلاوته انه هو السمـيع العـليم.
اقول قولى هذاواستعفر الله العظيم لي ولكم ولسائـر المسـلمين والمسـلمـات والمؤمنـين والمـؤمـــنات فاستغـفــــروه انـه هـو  الغـفـور الـرحـيم.


Seorang Pendosa Mendapat Ampunan




Ibadah Tidak Bisa Menyelamatkan

Umroh Sepedaan

Saturday, August 8, 2020

Sejarah Dzikrul Ghofilin

http://taufikabdillahsyukur.blogspot.com/2019/09/sejarah-dzikrul-ghofilin.html

Gus Baha Terhadap Habib Riziq Sihab

https://youtu.be/lEuBa8VTzu8 

Mungkar Nakir Dibentak S Umar

https://www.youtube.com/watch?v=tmLpJMvas08 

SEMAAN MINGGU PAHING 09/08/2020

https://www.youtube.com/watch?v=bRGcYmlbdk4 

Ya Tawwab Tub Alaina Habib Umar Bin Hafidz

 https://www.youtube.com/watch?v=_OyvCMEg7A0

Dialog Dalam Sholat

https://islampontren.blogspot.com/2020/08/dialog-dalam-sholat.html 

Panen Jambu 02

https://www.youtube.com/watch?v=diYeylok2gU 

Panen Jambu

https://www.youtube.com/watch?v=M_CQ7fH2Mw8 

Friday, July 31, 2020

Barzanji dan Terjemahnya, bab 14


https://hatisenang.com/bab-xiv-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 13


https://hatisenang.com/bab-xiii-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 12


https://hatisenang.com/bab-xii-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 11


https://hatisenang.com/bab-xi-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 10


https://hatisenang.com/bab-x-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 09


https://hatisenang.com/bab-ix-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 08


https://hatisenang.com/bab-viii-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 07


https://hatisenang.com/bab-vii-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 06


https://hatisenang.com/bab-vi-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 05


https://hatisenang.com/bab-v-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 04


https://hatisenang.com/bab-iv-terjemah-maulid-barzanji/


Barzanji dan Terjemahnya, bab 03

https://hatisenang.com/bab-iii-terjemah-maulid-barzanji/

 

Barzanji dan Terjemahnya, bab 02


https://hatisenang.com/002-bab-ii-termejah-maulid-barzanji/

 


Barzanji dan Terjemahnya, bab 01


https://hatisenang.com/001-bab-i-termejah-maulid-barzanji/


11 Indikator Selamat dan 11 Indikator Celaka


https://amaliyahaswaja.blogspot.com/2020/07/11-indikator-selamat-dan-11-indikator.html


10 Terjelek di Makhsyar


https://islampontren.blogspot.com/2020/08/10-terjelek-di-makhsyar.html


7 Kelompok Istimewa di Makhsyar


https://islampontren.blogspot.com/2020/07/7-kelompok-istimewa-di-makhsyar.html



Monday, July 27, 2020

Kehancuran Alam Semesta

“ALLAH” Pencipta Alam Semesta

Adam Manusia Pertama

“ALLAH” Maha Esa

Iblis Yang Congkak

Adam Terusir Dari Sorga

Pertanda Celaka


4 Jalan Selamat Dunia Akhirat

Dampak Negatif Era Reformasi di Indonesia

Dunia Semakin Menggila

Manusia Pasti Rugi

Tuesday, July 21, 2020

Monday, July 20, 2020

7 Rahasia Mendidik Anak

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/7-rahasia-mendidik-anak_20.html

Game Team Work

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/game-team-work.html

Memilih Berskala Prioritas

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/memilih-berskala-prioritas.html

Kita Semua Adalah Muslim

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/kita-semua-adalah-muslim.html

Bersembunyi Dibalik Tirai Kesucian

Bersembunyi Dibalik Tirai Kesucian

Selamat Jalan ...... Yeeesssss..........

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/blog-post.html

Sudut Pandang

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/sudut-pandang-kita-sangat-dipengaruhi.html

Renungan Jum'at......

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/renungan-jumat.html

Perjalanan Sementara Menuju Tujuan Akhir Selama Lamanya.

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/perjalanan-sementara-menuju-tujuan.html

CEMBURU ...........

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/cemburu.html

CINTA ....................

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/cinta.html

Sepenggal Kisah Dibalik Layar TPQ Al-Ghofilin, bagian 5

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/sepenggal-kisah-dibalik-layar-tpq-al_28.html

Kekuatan Yang Penuh Kelembutan

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/kekuatan-yang-penuh-kelembutan.html

Waspadai Curian Sombong Dari Dalam Diri

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/waspadai-curian-sombong-dari-dalam-diri.html

Memaknai Arti Kebersamaan.

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/memaknai-arti-kebersamaan.html

Indahnya Kebersamaan


https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/indahnya-kebersamaan.html

Arti Sebuah Keindahan

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/arti-sebuah-keindahan.html

Hawatir Sangat Dekat Dengan Penyakit

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/khawatir-sangat-dekat-dengan-penyakit.html

Di balik Layar TPQ Al-ghofilin, bagian 5

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/di-balik-layar-tpq-al-ghofilin-bagian-5.html

Hikmah Yang Bisa Dipetik Dari Hubungan Belalang Dan Tanaman

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/hikmah-yang-bisa-dipetik-dari-hubungan.html

AFTER CLASS

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/after-class.html

Menguak Pribadi HM. Farid Wajdi AS, bagian 1


https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/menguak-pribadi-hm-farid-wajdi-as_85.html

Sepenggal Kisah Dibalik Layar TPQ Al-Ghofilin, bagian 3

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/sepenggal-kisah-dibalik-layar-tpq-al_15.html

Sepenggal kisah dibalik layar TPQ Al-ghofilin

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/sepenggal-kisah-dibalik-layar-tpq-al.html

Susah Dan Bahagia Datangnya Tiba-Tiba

https://www.blogger.com/u/1/blogger.g?blogID=1294791235361828413#allposts/postNum=0

Mengontrol Diri Itu Ternyata .......

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/mengontrol-diri-itu-ternyata-sangat.html

SEPUCUK SURAT YANG TAK SAMPAI

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/sepucuk-surat-yang-tak-sampai.html

JADIKAN DIRI KITA SPESIAL.....

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/jadikan-diri-kita-spesial.html

Kisah Inspiratif Dari Seorang Siswi SMA

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/kisah-inspiratif-dari-seorang-siswi-sma.html

MENGUAK PRIBADI HM. FARID WAJDI AS, bagian 2

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/menguak-pribadi-hm-farid-wajdi-as.html

Di balik layar TPQ Al-ghofilin ( 5 )

https://akuhanyah.blogspot.com/2017/03/di-balik-layar-tpq-al-ghofilin-5.html

Dampak Negatif Era Reformasi


Dampak Negatif dari Era Reformasi di  Indonesia
*kita perlu memberi teladan pada siswa,anak dan generasi mendatang*

Islam Cinta Perdamaian

https://amaliyahaswaja.blogspot.com/2020/07/islam-cinta-perdamaian.html

Wahai Anak Adam


https://amaliyahaswaja.blogspot.com/2020/07/wahai-anak-adam.html

SHOLAWAT KHM. Kholil DAN KHM. sHIDDIQ


Sunday, July 19, 2020

MAU BERAGAMA DENGAN BAIK..?


MAU BERAGAMA DENGAN BAIK..?
KH. ACHMAD SIDDIQ, Jember Jawa Timur Indonesia memberikan petunjuknya :
Jika anda semua ingin menjadi orang yang beragama (Islam) dengan benar dan baik serta selamat dan sesuai dengan diturunkannya Agama Islam ke dunia, maka ada 3 + 1, yaitu :

Thursday, April 23, 2020

BURDAH LANGITAN


QASHIDAH BURDAH PDF


https://drive.google.com/file/d/1Kb5MlgawR-xa0Zo0CAiapgMPduYJIcW1/view?usp=sharing

BURDAH, SEJARAH DAN MANFAATNYA


http://kuliyyatul.blogspot.co.id/2011/04/sejarah-singkat-sholawat-burdah.html
SEJARAH SINGKAT SHOLAWAT BURDAH
Burdah artinya mantel, dapat juga diartikan shifa (kesembuhan). Imam Busyiri adalah seorang penyair yang suka memuji raja-raja untuk mendapatkan uang. Kemudian beliau tertimpa sakit faalij (setengah lumpuh) yang tak kunjung sembuh walaupun sudah berobat ke dokter manapun.

Tak lama kemudian beliau mimpi bertemu Rasulullah S.A.W. yang memerintahkannya untuk menyusun syair ang berisi pujian kepada Rasulullah. Maka beliau mengarang Burdah dalam 10 pasal pada tahun 6-7 H. Seusai menyusun Burdah, beliau kembali mimpi bertemu Rasulullah yang menyelimutinya dengan Burdah (mantel). Ketika bangun, sembuhlah beliau dari sakit lumpuh yang dideritanya.

Qoshidah Burdah ini tersebar ke seluruh penjuru bumi dari timur sampai barat. Bahkan disyarahkan oleh sekitar 20 ulama, diantaranya yang terkenal adalah Imam Syaburkhiti dan Imam Baijuri.
Habib Husein bin Mohammad Alhabsyi (saudara Habib Ali Alhabsyi sohibul maulid Simtud Duror) biasa memimpin Dalail Khoiroot di Mekkah. Kemudian beliau mimpi bertemu Rasulullah yang memerintahkannya untuk membaca Burdah di majlis tersebut. Dalam mimpi tersebut, Rasulullah berkata bahwa membaca Burdah sekali lebih afdol daripada membaca Dalail Khoiroot 70 kali.

Ketika Hadramaut tertimpa paceklik hingga banyak binatang buas berkeliaran di jalan, Habib Abdulrahman Al Masyhur memerintahkan setiap rumah untuk membaca Burdah. Alhamdulillah, rumah-rumah mereka aman dari gangguan binatang buas.
Beberapa Syu’araa (penyair) di zaman itu sempat mengkritik bahwa tidaklah pantas pujian kepada Rasulullah dalam bait-bait Burdah tersebut diakhiri dengan kasroh/khofadz. Padahal Rasulullah agung dan tinggi (rofa’). Kemudian Imam Busyiri menyusun qoshidah yang bernama Humaziyyah yang bait-baitnya berakhir dengan dhommah (marfu’).

Imam Busyiri juga menyusun Qoshidah Mudhooriyah. Pada qoshidah tersebut terdapat bait yang artinya,

“Aku bersholawat kepada Rasulullah sebanyak jumlah hewan dan tumbuhan yang diciptakan Allah." Kemudian dalam mimpinya, beliau melihat Rasulullah berkata bahwa sesungguhnya malaikat tak mampu menulis pahala sholawat yang dibaca tersebut.

Habib Salim juga bercerita tentang seseorang yang telah berjanji kepada dirinya untuk menyusun syair hanya untuk memuji Allah dan Rasulullah. Suatu ketika ia tidak mempunyai uang dan terpaksa menyusun syair untuk memuji raja-raja agar mendapat uang. Ia pun bermimpi dan Rasulullah berkata, ”Bukankah engkau telah berjanji hanya memuji Allah dan Rasul-Nya?! Aku akan memotong tanganmu.”

Kemudian datanglah Sayidina Abu Bakar r.a meminta syafaat untuknya dan dikabulkan oleh Rasulullah. Ketika ia terbangun dari tidurnya, ia pun langsung bertobat. Kemudian ia melihat di tangannya terdapat tanda bekas potongan dan keluar cahaya dari situ.

Habib Salim mengatakan bahwa Burdah ini sangat mujarab untuk mengabulkan hajat-hajat kita dengan izin Allah. Namun terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. Yaitu mempunyai sanad ke Imam Busyiri, mengulangi bait ” maula ya solli wa sallim “, berwudhu, menghadap kiblat, memahami makna bait-bait, dibaca dengan himmah yang besar, beradab, dan memakai wewangian.


(Disampaikan di Majlis Burdah Hb Syekh Alaydrus Jl. Ketapang Kecil Surabaya).



https://www.facebook.com/JagadSolawat/posts/557963174277800
https://fbcdn-profile-a.akamaihd.net/hprofile-ak-frc3/v/t1.0-1/c64.64.803.803/s50x50/941302_464572510283534_1770551034_n.jpg?oh=5d2496f180fc7a209ab935ac72a082c2&oe=57877D96&__gda__=1469583676_1397a66db5d687ce9e5e265217f7e851

JAGAD SOLAWAT
Mengenal Burdah Dan Manfaatnya
Tentang Imam Al-Bushiri
Di dalam kitab “Jamharatul Auliyaai wa A’laami Ahlit Tashauwufi ” , karangan ‘Aalimul Jalil as Sayyid Machmud Abul Faidl al Manufi al- Husaini, di jelaskan sebagai berikut :
“ Beliau seorang ustadz yang tegas, yang ‘arif sempurna, surya agama, tanda kebenaran ummat, guru (syaikh) orang – orang yang ahli hakikat : Abu ‘Abdillah Syarafuddin Muhammad bin Sa’id bin Hammad bin Muhsin bin ‘Abdullah bin Shanhaj bin Hilal As Shanhaji Al Bushiri.
Dilahirkan di Dalaash pada awal bulan Syawal hari Selasa tahun 608 H/1211 M. kedua orang tuanya dari Maghrib, kemudian menetap di Dalaash namun beliau besar di Bushir, sehingga kemudian lebih dikenal dengan Imam Al Bushiri.
Al Bushiri sebenarnya tak hanya terkenal dengan Burdah-nya. Ia juga dikenal sebagai Ahli Fiqih dan Ilmu Kalam. Namun nama Burdah telah menenggelamkan ketenarannya sebagai seorang sufi yang besar yang memiliki banyak murid. Dalam kaitannya dengan alam kesufian ini Beliau adalah pengikut Tarekat Syaziliyah dan merupakan murid dari Syeich Abul Abbas Al Mursi. dimana Syeich Abul Abbas Al Mursi sendiri adalah murid langsung dari Sayyidina Syeich Abul Hasan As Syazili (Pendiri Tarekat Syaziliyah). Tercatat bahwa Al Bushiri dan Syeich Abdullah bin Ahmad Athaillah (Pengarang Kitab Al Hikam) merupakan murid kesayangan dari Syeich Abul Abbas Al Mursi. Namun karya Burdah-nya dipandang sebagai puncak karya sastra dalam memuji Rasulullah SAW, Al Bushiri diberi gelar sebagai Sayyidul Muddah yang berarti “Pemimpin para pemuji Rasulullah SAW”.
Sayyid Mahmud Faidh Al Manufi menulis dalam bukunya, Jawharat al Awliya, bahwa Al Bushiri tetap istiqamah dalam hidupnya sebagai seorang sufi sampai akhir hayatnya. Beliau wafat pada tahun 696 H dan dimakamkan di Iskandaria, Mesir, sampai sekarang masih dijadikan tempat ziarah yang berdampingan dengan makam gurunya, Syeich Abul Abbas Al Mursi.
Dan setelah 2 (dua) tahun dari kewafatannya lahirlah Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad yang dikenal dengan Ibnu Jaabir Al Andalusi. Ia terpesona dengan qasidah Burdah, yang dikemudian hari hal ini mengilhaminya untuk membuat suatu qasidah dalam memuji Rasul SAW. Ibnu Jaabir Al Andalusi wafat pada bulan Jumadil Akhir 780 H, dimakamkan di Birroh, Andalusi.
Imam Ibnu Hajar mengatakan, “Al Bushiri adalah keajaiban yang ditampakkan Allah SWT dalam hal susunan prosa dan syair. Andaikan ia tidak memiliki karya kecuali qasidahnya yang terkenal dengan nama Al Burdah tersebut, itu sudah cukup mengangkat kemegahannya. Begitu pula qasidah hamziyah nya (qasidah yang diakhiri dengan hurup hamzah) yang memukau.”
Latar Belakang Munculnya Burdah
DR. Zakki Mubarak menyatakan : Al Bushiri mengemukakan kepada kita mengapa ia menulis Burdah, katanya : “Aku menyusun qasidah–qasidah ini untuk memuji Rasulullah SAW. Disamping itu temanku yang bernama Zainauddin Ya’qub bin Az Zubair meminta kepadaku untuk membuat suatu bentuk syair. Bertepatan kemudian peristiwa yang menimpa daku yaitu sakit lumpuh separo badanku, kemudian terpikir oleh daku untuk menyusun qasidahku ini dan aku pun mengerjakannya, dan aku mengharapkan syafa’at dengan qasidah itu kepada Allah SWT, agar Allah Ta’ala menyembuhkan daku, dan aku ulangi melagukannya, aku berdo’a, dan aku bertawassul dan aku pun tidur kemudian aku bermimpi melihat Nabi SAW.
Kemudian Nabi SAW mengusapku dengan tangannya yang berkat itu, dan memberikan kepadaku Burdah. Akupun tersentak, lalu terbangun, aku pun berdiri dan keluar dari rumahku, dan aku tidak pernah memberitahukan hal tersebut kepada seorang pun sampai kemudian sebagian orang – orang fakir menemui daku dan berkata kepadaku : “ Aku mengharapkan engkau memberikan kepadaku qasidah yang engkau buat memuji Rasulullah SAW”, kemudian aku berkata : yang mana? Sang Fakir berkata : ialah yang engkau karang waktu engkau sakit dan kemudian ia menyebut permulaannya, dan kemudian sang fakir berkata : “Demi Allah sungguh aku mendengarnya kemarin ketika disenandungkan disamping Rasulullah SAW dan Beliau bergerak – gerak dan hal itu mengherankan daku, kemudian Nabi SAW memberikan Burdah (selendang) kepada orang yang mensenandungkannya.
Ketika menyusun qasidah ini dan melihat Nabi SAW di dalam tidurnya, kemudian Al Bushiri melagukan di sisi Nabi SAW, dan seolah – olah Nabi SAW bergerak seperti halnya cabang – cabang pohon bergerak, setelah Al Bushiri sampai kepada kata – katanya
(
فـمبـلغ العـلم فـيه أنـه بـشــر) ia tidak bisa menyempurnakannya, kemudian Rasulullah SAW berkata kepadanya : bacalah. Jawab Al Bushiri : saya tidak bisa membuat mishra’ (suatu ‘ajz, atau rangkaian kedua dari satu bait) terhadap mishra’nya yang pertama. Lalu Rasulullah SAW berkata : (وأنـه خـيـرخـلـق الله كلهـم)karena itu Al Bushiri memasukkan mishra’ ini ke dalam baitnya tersebut, tepat seperti yang dikatakan oleh Nabi SAW, dan Al Bushiri menjadikan shalawat yang dibaca berulang – ulang setiap selesai membaca satu bait – bait Burdah, karena kecintaannya kepada lafadzh Nabi SAW.
Pada dasarnya Burdah itu sendiri tidak bisa menyebabkan kekeramatan bagi setiap orang, dan tidak lain hal itu bisa terjadi hanya karena mempercayainya dengan kesungguhan dan keikhlasan, sehingga tergambarlah keistimewaan, dan keajaiban – keajaiban, dan memang demikianlah Burdah itu bagi sebagian orang diamalkan untuk mengharapkan perjumpaan dirinya dengan Rasullullah SAW.
Secara umum Burdah memberikan pengaruh dalam hal antara lain :
a. Pengaruhnya di dalam kelompok – kelompok yang terkenal
Tidak ada yang menghafalkan qasidah yang panjang sebagaimana halnya mereka menghafalkan Burdah itu bahkan menjadikannya sebagai wirid : dibaca di waktu pagi dan sore, bahkan ada yang membaca di suatu makam yang bagus sesudah shalat fajar tiap hari Jum’at. Banyak pula orang – orang yang mengumpulkan anak – anak kecil untuk membaca Burdah di samping jenazah.
b. Di dalam karang – mengarang
Adapun pengaruhnya dalam dunia karang mengarang lahirlah banyak pengarang dan pensyarah terhadap burdah sehingga timbul bermacam-macam syarah (komentar). Dalam hal ini yang sudah memberi komentar antara lain ialah, Ibnu Sho-ight yang wafat tahun 776, Ali bin Muhammad al Qolasha wafat pada tahun 891, Syihabuddin ibn al-Imaad yang wafat pada tahun 808, Asyaikh Khalid al Azhary yang wafat tahun 905, Jalaludin al Machali, Muhammad bin Achmad al Marzuqiy, Muhammad al Mishry, Zakariya al Anshory
.
c. Di dalam pengajaran
Mengenai pengaruhnya di dalam pengajaran, hal ini di lakukan misalnya oleh ulama – ulama Al Azhar pada setiap hari kamis dan jum’at dengan mengajar Chassiyah Al Bajury ‘Alal Burdah.dan pengajaran ini banyak diikuti oleh pelajar dan mahasiswa.
d. Di dalam puisi
Pengaruh burdah dalam dunia atau dilingkungan syi’ir (sajak dan sastra) dan para sastrawan sangat besar sekali dan mereka memuatnya dalam sajak – sajaknya. Mensyatharnya (istilah syi’ir arab), melimakannya, mentujuhkannya, mensepuluhkannya, dan mengarudlkannya (membuat perumpamaan atau sajak yang menyerupainya).
Pengertian Burdah
Ibnu Saiyidih berkata : kata Burdah itu berasal dari Al Burdu yaitu baju yang bergaris – garis dan orang Arab mengkhususkannya untuk hiasan, jama’nya : abradun, abrudun dan burudun. Sedang Al Burdatu yaitu kain yang digunakan sebagai selimut. Ada yang mengatakan apabila terbuat dari bulu berumbai – rumbai dinamakan Burdah. Syamir mengungkapkan orang Arab Khuzaimiyah kerap kali menggunakan semacam sapu tangan/kain yang terbuat dari bulu yang ia gunakan bersarung, akupun menanyakannya : apakah namanya ini? Ia menjawab : ini adalah Burdah selubung yang bergaris. Burdah adalah kain persegi empat yang ada hitamnya. Burdah lebih mirip dengan selendang karena kasar atau halusnya.
a. Burdah atas nama Ka’ab bin Zuhair
Bânat Su’âd, itulah nama sebuah syair pujian yang sangat masyhur. Syair ini merupakan karya Ka’ab bin Zuhair yang memiliki saudara yang bernama Bujair yang terlebih dulu masuk Islam, ketika mengetahui Bujair masuk Islam Ka’ab marah dan saat itu timbul kebenciannya kepada Islam dan Rasulullah SAW . Beberapa kali Ka’ab mengejek Rasulullah SAW.
Sepulang Rasulullah SAW dari Perang Thâif, Bujair menulis surat kepada saudaranya untuk memeluk Islam dan mengingatkan kabar buruk jika ia menolak. Bujair menyarankan Ka’ab untuk bertaubat dan memeluk Islam.
Ka’ab mendatangi Rasulullah SAW di Madinah untuk bertaubat dan meminta perlindangan namun para sahabat ketika mendengar bahwa ia adalah Ka’ab langsung meminta izin kepada Rasulullah untuk memenggal kepalanya karena kelakuannya yang selalu menghina Nabi SAW. Saat itu Kaab bin Zuhair sudah berusia 100 tahun. Namun Nabi melarang para sahabat dan memaafkan Ka’ab yang telah bertaubat. Kaab bin Zuhair adalah salah satu penyair terkenal di kalangan Jahiliah dengan nama panggilan Ibnu Abi Salma.
Maha Suci Allah, Ka’ab langsung berubah dan menjadi sangat mencintai Rasulullah SAW, secara spontan Ka’ab melantunkan sebuah syair pujian untuk Rasulullah SAW yang terkanal dengan sebutan Banaat Su’aad (Putri-putri Su’ad) terdiri dari 59 bait puisi. Atas dasar itu Nabi SAW memberikan Burdah (jubah) yang dipakainya kepada Kaab bin Zuhair. Jubah yang menjadi milik keluarga Ka’ab tersebut akhirnya dibeli oleh Mu’awiyyah bin Abu Sufyan seharga (20.000) dua puluh ribu dirham, kemudian burdah tersebut dibeli lagi oleh Abu Ja’far Al Manshur dari Dinasti Abbasiyah dengan harga (40.000) empat puluh ribu dirham. Burdah itu hanya dipakai sekali olehnya pada waktu shalat ‘Id dan diteruskan secara turun – menurun.
b. Burdah atas nama Imam Al-Bushiri
Sedangkan qasidah Burdah yang disusun oleh Al Bushiri nama aslinya adalah Al-Kawakib Ad-Durriyyah fi Madhi Khair Al-Bariyyah (Bintang – bintang Gemerlap tentang Pujian terhadap Sang Manusia Terbaik). Namun lebih dikenal dengan nama Burdah Al-Madih Al-Mubarakah atau Burdah saja. Ia menulis burdah ini semata-mata untuk memuji Nabi SAW dan tidak mengharapkan sesuatu berupa harta benda seperti yang terjadi pada Ka’ab bin Zuhair sebagaimana tersebut diatas.
Al Bushiri hidup pada masa transisi yakni kekuasaan Dinasti Ayyubiyah ke Dinasti Mamalik Bahriyah. Dimana pergolakan politik terus berlangsung, akhlak masyarakat merosot, para pejabat pemerintah mengejar kedudukan dan kemewahan.
Munculnya qasidah Burdah itu juga merupakan reaksi terhadap situasi politik, _sosial dan kultur pada masa itu agar mereka senantiasa mencontoh kehidupan Nabi SAW.
Bacaan – bacaan Burdah
Ibrahim Al Bajuri menyatakan bait Burdah yang diawali dengan Alhamdulillah tidaklah termasuk rangkaian Burdah yang disusun oleh Imam Al Bushiri. Walaupun indah, menurut sastrawan Arab tidaklah tepat kalau Burdah yang disusun Al Bushiri dimulai dengan bait itu, karena kebiasaan sastrawan Arab di dalam memulai syairnya selalu didahului dengan menyebut maksud dan tujuan syairnya. Dalam hal ini karena Burdah dimaksud untuk memuji Nabi Muhammad SAW, keasyikan pengarang terhadap Nabi, jadi haruslah dimulai dengan menyebut tujuan keasyikan, kerinduan dan sebagainya.
Itu pula sebabnya penyair – penyair Arab tidak pernah memulai syairnya dengan “Bismillah” atau “Alhamdulillah”, kecuali kalau memang rangkaian gubahannya itu langsung berhubungan dengan pujian terhadap Allah SWT. Burdah ini terdiri dari 160 bait syair :
a. Di mulai dengan Amintarazak
امن تـذ كـر جـيـران بـذي سـلـم
مـزجت دمعا جـرى من مقـلة بـدم
Artinya :
“Adakah karena engkau mengenang seorang kawan di Dzi Salami engkau mencucurkan air mata bercampur darah cupu matamu”
“ ataukah oleh karena_angin berhembus dari arah Kadzimah atau apakah oleh karena seminar kilat di waktu gelap dari arah danau Idlami.
Penjelasan :
· “Dzi Salami”, tempat antara Makkah dan Madinah.
· “Kadzimah”, jalan menuju Makkah.
· “Idlami”, sebuah oase (waduk, serupa danau) di dekat Madinah.
Nama – nama ini disebut untuk mengenang Nabi Muhammad SAW. Bukankah beliau dilahirkan di Makkah dan wafat di Madinah? Tempat – tempat itu pernah beliau lalui. Bahkan mungkin pula beliau berhenti di sana.
b. Di akhiri dengan Maa rannahat
ما رنحـت عـذبات البـان ريـح صـبا
واطـرب العـيـس حادى العـيـس بـالـنـغـم
Artinya :
“ shalawat itu oh Ya Allah, sepanjang _angin timur yang meniup ke Ka’bah menghembus menggoyangkan pohon Bani dan selama onta yang indah warnanya masih berketipak – ketipuk pelan melangkah karena gembira, dibuai oleh suara berdendang penggiring sekumpulan onta bimbingannya”.
Sampai di sini habislah Al Burdah itu berjumlah 160 bait, menurut Syaikh Kholid al Azhariy, demikian pula kata Syaikh Ibrahim Al Bajuri di dalam syarahnya sebagaimana tersebut dalam Kitab Al Khorbuti. Namun ditambahkan oleh Syeikh Ibrahim Al Bajuri, sungguhpun demikian di naskah yang lain masih ada lagi kelanjutnya yaitu mulai dari
ثـم الـرضا عـن ابـي بـكـر وعـن عـمـر
وعـن عـلـيّ وعـن عـثـمـا ن ذى الــكــرم
sampai
ابـيـاتـهـا قـد اتـت سـتــيـن مـع مـائــة
فــرج بـهـا كــربـنـا يـا واســع الــكـرم
Dengan demikian berjumlah 166 bait (sebagaimana termaktub di hadapan pembaca) Penutup yang indah ini akan memberikan kesan yang positif bagi pendengar dan hati pembacanya.
c. Fasal – fasal dalam Burdah
Atas dasar bait-bait diatas, maka ada pula sebagian ulama mengelompokkan Burdah Al Bushiri menjadi (10) sepuluh fasal atau bagian yang terdiri dari yaitu :
· Kecintaan kepada Rasulullah SAW
· Peringatan dari godaan hawa nafsu
· Puji – pujian kepada Nabi Muhammad SAW.
· Kelahiran Rasulullah SAW
· Mukjizat Rasulullah SAW
· Kemulian kitab suci Al Quran dan pujian atasnya
· Isra’ Mi’raj-nya beliau
· Beberapa kejadian peperangan Nabi Muhammad SAW
· Bertawasul kepada Rasulullah SAW
· Munajat dan mengahadapkan segala hajat
Maksud, Tujuan dan Manfaat Burdah
Selain Burdah masih banyak kumpulan syair pujian terhadap Nabi Muhammad SAW seperti Al Barzanji, Ad Diba’I, namun Burdah dianggap lebih istimewa karena keunikannya dalam beberapa hal.
a. Syair Burdah dianggap sebagai pelopor yang menghidupkan kembali penggubahan syair – syair pujian terhadap Nabi Muhammad SAW.
b. Memiliki sastra tingkat tinggi dan sarat dengan pesan – pesan etika.
c. Tidak sekedar menyajikan sejarah Nabi, tapi juga memberikan pendidikan, ajaran tasawuf dan pesan moral yang mendalam.
d. Sebagi wasilah atau sarana untuk mendapatkan kesembuhan dari penyakit.
e. Dipercaya memiliki kekuatan ghaib sehingga tidak jarang dibacakan pada saat ada hajatan tertentu.
f. Dibaca sebagai amalan khusus pada malam Jumat atau malam tertentu secara kontinyu agar mendapatkan syafaat Nabi SAW dan ampunan Allah Allah SWT.
Qashidah ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, seperti Persia, Turki, Urdu, Punjabi, Swahili, Pastum, Melayu, Sindi, Inggris, Prancis, Jerman, dan itali.
Di Hadramaut dan di daerah Yaman lainnya, diadakan pembacaan qashidah Burdah setiap shubuh hari Jumat atau ashar hari selasa. Sedangkan Ulama Al Azhar di Mesir banyak yang mengkhususkan hari kamis untuk pembacaan burdah dan mengadakan kajian serta penjelasan tentangnya. Sampai kini masih diadakan pembacaan burdah di mesjid – mesjid besar di Kota Mesir, seperti Masjid Imam Al-Husain, Masjid As-Sayyidah Zainab. Di negara Syam (Syiria), majelis –majelis qashidah Burdah juga diadakan di rumah - rumah dan di masjid - masjid yang di hadiri ulama besar. Di Maroko pun biasa diadakan majelis besar untuk pembacaan qashidah Burdah.
Pendapat Ulama’ Tentang Burdah
Burdah dapat dikatakan qasidah penting dalam pujian kepada Baginda Rasul SAW. Karena itu para ulama diseluruh dunia Islam menyambutnya dengan hangat.
Qashidah Burdah memang dikenal akan keindahan kata-katanya. Dr. De Sacy, seorang ahli Bahasa Arab di Universitas Sorbonne, Prancis, memujinya sebagai Karya puisi terbaik sepanjang masa.
Pembacaan Burdah juga merupakan suatu bentuk zikir untuk bershalawat kepada Baginda Nabi SAW. Digambarkan tidurnya Al Bushiri merupakan suatu vision, impian didalam kaum sufi sehingga karena itu suka sekali untuk membaca :
مـولاي صـلّ وســلـم دائـمـا ا بــدا
عــلى حــبـيـبـك خــيـرالــخــلـق كـلـهــم
“ Oh Allah berikan shalawat dan salam sepanjang waktu atas kekasih-Mu, makhluk yang sebaik-baik makhluk ( Nabi Muhammad SAW).
Shalawat ini dibaca tiap kali sesudah membaca bait Burdah. Diceritakan bahwa Al Gharnawi membacakannya tiap malam agar bertemu dengan Nabi dalam tidurnya, tetapi tidak pernah berhasil. Lalu ia menanyakan hal tersebut kepada seorang Syeikh dan Syeik ini berkata : Barang kali engkau tidak memenuhi syaratnya. Al Gharnawi berkata : Bahwa saya ikuti dengan sempurna. Syeikh itu memeluknya kemudian berkata : sesungguhnya engkau tidak membaca shalawat sebagaimana Al Bushiri membaca shalawat atas Nabi SAW yaitu :
مـولاي صـلّ وســلـم دائـمـا ابــدا
عــلى حــبـيـبـك خــيـرالــخــلـق كـلـهــم
Ibnu Khaldun pernah mempersembahkan Burdah tersebut kepada Timur Lank, Pangeran Abdul Qadir Al Jazairi, dan Sang Pangeran menuliskan di benderanya satu bait Burdah saat berperang melawan Perancis yaitu :
و مــن تــكـن بــرســول الله نــصـرتــه
ان تــلــقـه الأ ســد فـي اجـامــهـا تــجـم
“ Barang siapa mengharapkan pertolongan dengan keberkahan Rasulullah, jika bertemu dengan harimau dihutan tidak akan diterkamnya “.
Syeikh Hasan bin Muhammad Syaddad Ba Umar dalam kitabnya : Kaifiyat al Wushul Liru’yat Sayyidina ar Rasul Muhammad SAW, menyatakan bahwa “ Aku telah diberitahu oleh tuan dan kekasihku Sayyid Ahmad Masyhur Al Haddad, dimana sebagian para pencinta telah datang kepadanya dan meminta saran darinya, bagaimana dapat mimipi bertemu Nabi SAW. Dia menyuruh untuk membaca suatu bait dari Burdah, dimana setiap satu kali membaca bait itu, hendaklah bershalawat atas Nabi SAW 10 kali. Kemudian orang itu melaksanakan perintahnya sehingga dapat bermimpi Rasul SAW. Adapun bait Burdah yang dibaca tersebut yaitu :
نــعـم ســرى طــيـف مـن اهــوى فـــأرقـــنـى
والــحـب يــعـتــرض الـلـــذات بــالألــم
“ Ya … datang dengan diam-diam di malam hari orang yang kucintai dan menyebabkan aku tidak dapat tidur. Dan cinta itu mengganggu kelezatan dengan kengerian “.
Demikian seklumit tulisan perkenalan tentang Burdah. Apabila di dalam tulisan ini terdapat kesalahan dan kekurangan, maka dari itu diharapkan masukan dan sarannya untuk menambah khazanah kita. Semoga dengan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua dan bisa di amalkan sebagaimana mestinya.